Unboxing dan Review Pupuk Organik alias Pupuk Hayati Petrobio

Posted on: June 26, 2020, by :
pupuk hayati petrobio

Postingan kali ini saya akan sharing bagaimana saya mencoba menggunakan sebuah produk pupuk organik produksi dari salah satu perusahaan pupuk BUMN besar di Indonesia. Tanpa bermaksud mempromosikan atau menjelekan produk, brand, dan nama perusahaan tertentu saya disini hanya mereview berdasarkan pengalaman penulis. Nama produk yang saya punyai ini adalah pupuk hayati petrobio produksi dari Petrokimia Gresik, holding perusahaan Pupuk Indonesia.

Seperti biasa postingan di blog www.kebunichiro.com ini sudah tersedia juga versi videonya di channel youtube kebun ichiro dan kami sematkan di postingan ini juga.

Saya tidak sengaja nemu Petrobio di toko retail kebutuhan rumah tangga, tidak membelinya dari toko pertanian. Apabila teman-teman pernah membaca atau melihat video saya Tutorial Membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari Kotoran Sapi, tentunya pembuatan pupuk yang homemade sering kali tidak terstandarisasi. Berbeda dengan dengan pupuk yang sudah diproduksi secara komersial, seperti Petrobio ini sudah ada label SNI intinya jaminan mutu sudah diberikan oleh si produsen pupuk.

Pupuk hayati petrobio yang penulis punya dengan berat 1 kg, harga retailnya di Banjarmasin Rp. 37.000,- kalau beli online di beberapa aplikasi lebih mahal bahkan ada yang membandrol 2x lipat harganya. Pada kemasan juga sudah ada standar dari deptan, silahkan cek nomornya di bagian atas kemasan. Lalu jangan lupakan juga bahwa pupuk organik ini punya masa kadarluarsa, yang penulis punya expirednya pada bulan Agustus 2021

Manfaat dan kandungan dari Pupuk Hayati Petrobio

Sesuai dengan yang tertulis pada kemasan, keunggulan atau manfaat dari penggunaan pupuk ini adalah:

  1. Tanaman lebih sehat
  2. Hasil panen meningkat
  3. Ramah lingkungan

Petrobio mengandung mikroorganisme yang bermanfaat untuk tanaman, sama halnya seperti pupuk organik cair yang biasa penulis buat melalui proses fermentasi yang memanfaatkan mikroorganisme local. Berikut mikroorganisme yang ada di pupuk hayati petrobio ini (ada takaran ukurannya juga):

  1. Aspergilius Niger
  2. Pantoea SP
  3. Streptomyces SP
  4. Penicilium SP
  5. Azospirilium SP

Petrobio ini menggunakan formula alami bukan sintetik, apa saja sih manfaat mikroorganisme Pupuk hayati Petrobio

  1. Menambah populasi mikroorganisme yang bermanfaat dalam tanah sehingga mampu meningkatkan kesuburuan biologi tanah.
  2. Petrobio ini juga mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara nitrogen atau N2 karena mampu menambat nitrogen bebas diudara.
  3. Mikroorganisme pada Petrobio juga mampu mengurai bahan orgnik tanah bermanfaat untuk memperbaiki agregat tanah.
  4. Mengandung mikroorganisme (gat tahu yang mana) yang mampu zat tumbuh dan merangsang perakaran dan pertumbuhan
  5. Petrobio tidak meracuni tanaman dan tidak mencemari lingkungan

Kalau dipikir-pikir ini mirip pupuk orgnik cair dari azola yang pernah saya buat, tanaman azola ini mampu menambat nitrogen bebas juga dan bisa dibuat versi pupuknya juga.

Cara Penggunaan Pupuk Hayati Petrobio

Dikemasan tertulis bagaimana cara penggunaan petrobio untuk berbagai macam tanaman, berhubung penulis hanya menggunakan untuk skala kecil jadi anggap saja untuk penggunaan tanaman hias saja. Nah untuk tanaman hias ini, penggunaan pupuk hayati petrobio hanay perlu 2-5 gram per pot dengan ditaburkan ke tanah setiap 3-4 minggu sekali. Penggunaanya juga bisa dibenamkan ditanah disekitar perakaran tanaman. Kalau untuk pertanian skala besar seperti padi, jagung, bawang merah, kentang dll  diperlukan 15 s/d 30 kg perhektar.

Cara penggunaan, dosis dan waktu aplikasi sudah tertera di kemasan bagian belakang, oh ya pengaplikasian petrobio ini jangan bareng-bareng dengan pestisida ya. Penulis juga tidak tahu kenapa alasannya seperti itu. Bentuk pupuk hayati petrobio ini bentuknya seperti granula (butiran besar)

Saya taburkan petrobio ini di tanaman yang ada yaitu bayam merah, bunga matahari, bunga lavender, cabe besar, kale, termasuk tanaman mint dan lemon balm yang penulis tanam di pot. Nanti kita lihat bagaimana hasilnya.

Ok, terimakasih sudah mampir di blog kebun ichiro, semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *